Pengangkatan sejumlah anggota keluarga pejabat di Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru di jajaran pemerintah daerah setempat menjadi perhatian. <br /> <br />Bagaimana tidak, baik Gubernur, Sekda Riau hingga Wali Kota mengangkat anggota keluarganya menduduki jabatan strategis. <br /> <br />Puluhan massa yang mengatasnamakan Jaringan Investigasi Pemberantasan Korupsi atau Jipikor, melakukan unjuk rasa di depan pintu pagar kantor Gubernur Riau. <br /> <br />Dalam aksinya, massa juga membawa spanduk yang bertuliskan sindiran kepada orang nomor satu di Riau. <br /> <br />Aksi tersebut dilakukan setelah adanya keluarga dan kerabat Gubernur Riau dan Sekda Riau dilantik sebagai pejabat eselon III dan IV. <br /> <br />Sebelumnya, pada pelantikan 737 orang aparatur sipil negara atau ASN dilantik menjadi pejabat eselon III dan IV di Pemerintahan Provinsi Riau. <br /> <br />Dari pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, terdapat anggota keluarga Gubernur Riau dan Sekda Provinsi Riau. <br /> <br />Diantaranya, menantu Gubernur Riau, Tika Rahmi Syafitri yang dilantik sebagai Kepala Sub Bagian Retribusi di Badan Pendapatan Daerah Provinsi Riau. <br /> <br />Istri Sekda Riau, Fariza, dilantik sebagai kepala bidang pengembangan di Badan Kepegawaian Daerah Riau. <br /> <br />Kakak kandung Sekda Riau, Prasurya Darma dilantik sebagai Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Riau. <br /> <br />Adik Sekda Riau, Dedi Herman, dilantik sebagai Kabid Ops Satpol PP Riau. <br /> <br />Sementara saat dikonfirmasi terkait adanya pelantikan terhadap keluarga Gubernur Riau dan keluarga Sekda Riau, Gubernur riau, Syamsuar, enggan menanggapi. <br />Gubernur Riau dan keluarga Sekda Riau, Gubernur riau, Syamsuar, enggan menanggapi. <br /> <br />Pakar Komunikasi Politik, Lely Arrianie , tidak menampik adanya politik dinasti dalam pengangkatan keluarga Gubernur dan Sekda Provinsi Riau suatu hal yang lumrah. <br /> <br />
